Mediappalfattah01/25. ada 3 hal yang harus santri implementasikan dalam Tholabul Ilmi Oleh Ust. M. Kholid Afandi dalam acara haflah nisfu Awal Pondok Pesnatren Al Fattah Induk Siman Sekaran Lamongan
Haflah nisfu awal dilaksanakan pada bulan maulid serta sebelumnya sudah dilaksanakan imtihan awwal yang diikuti oleh semua santri putra dan putri pondok pesantren al Fattah induk.
Puncak kegiatan tersebut yaitu haflah nisfu awal yang natinya akan ada momen penghargaan bagi santri yang berprestasi disetiap kelasnya, kemudian ada pengumuman libur semester yang di sampaikan oleh mudir pp al fattah.
Kemudian, pada acara tersebut menghadirkan pembicara (mauidloh khasanah) yaitu Ust. M. Kholid afandi. Beiau alumni pp lirboyo kediri dan adik kelas dari pengasuh pp al Fattah yaitu KH. M. Afifuddin. Kegiatan Beliau aktif sebagai Guru, dan juga sebagai penasehat Lembaga Bahtsul Masail Lamongan.
Pertama-tama beliau menyampaikan bahwa santri harus kerasan di pondok pesantren. Karena kerasan mondok itu adalah anugerah yang paling indah, banyak contoh baik teman atau tetangga itu ingin mondok atau tholabul Ilmi tapi tidak kerasan karena factor-faktor situasi atau faktor ekonomi. oleh karenanya Bagaimana yang pertama bagi santri itu adalah kekerasan di pesantren.
Saya ini adik kelas 2 tahun dari Gus Afif sama-sama menyembah ilmu di Pondok Pesantren Lirboyo ada salah satu cerita bahwa ada santri pondok Lirboyo umurnya 22 dan Saya umur 30 baru berani pulang
Selanjutnya. Beliau menyampaikan 3 hal yang harus santri terapkan yaitu: Pertama niat, Niat harus ditata yang baik jangan sampai semata-mata bahkan diniati untuk uang itu terlalu murah. Sedangkan ilmu itu mahal. Akan tetapi kita niat mencapai ridho Allah ta’ala niat syukur kita diberi nikmat akal, degan mengaplikasikan nikmat syukur atas diberi nikmat akal yaitu santri belajr sungguh-sungguh di pondok, belajar nhwu, shorof dan kitab salaf yanglainnya serta menghafal surat-surat pendek, nadzom-nadzom
. رَأَيْتُ اَحَقَّ الْعِلْمِ حَقَّ الْمُعَلِّمِ # وَاَوْجَبَهُ حِفْظًا عَلَى كُلٍّ مُسْلِمٍ
Aku melihat yang paling dihormati semestinya dalam ilmu adalah haq seorang guru (kyai) # dan paling wajib untuk dijaga oleh setiap Muslim”.
لَقَدْ حَقَّ اَنْ يُهْدَى اِلَيْهِ كَرَامَةً # لِتَعْلِيْمِ حَرْفٍ وَاحِدٍ اَلُفُ دِرْهَمٍ
Sungguh sudah semestinya guru diberikan sebuah kemuliaan # karena telah mengajarkan minimal 1 huruf dengan harga seribu dirham.”
Seorang guru memiliki kehormatan atau perlu dimuliakan yang luar biasa nilainya ilmu itu satu huruf sama dengan 1000 dirham, nanti bisa dihitung sendiri kira-kira 1 huruf Bismillahirrohmanirrohim yang berjumlah 19 huruf. Masya Allah luar biasa.
Yang ke 2 niat menghilangkan kebodohan akal itu seperti pisau kalau tidak dipakai maka pisau itu lama-lma akan tumpul. Jadi akal itu harus sering dibuat belajar yang sungguh-sungguh supaya tidak tumpul seperti pisau.
Yang ke 3 bersungguh-sungguh, Santri yang mondok itu harus bersungguh-sungguh dan ini ada yang banyak rumusannya, bersungguh-sungguh dalam ngaji dan ibadah
Dawuhipun Masyayikh PP. Lirboyo Mbah KH.Abdul Karim beliau pernah berkata bersungguh-sungguh tidak usah tirakat. karena sudah ditirakati oleh Romo KH Abdul Karim.
Selanjutnya, beliau menambahkan dalam bersungguh-sungguh tholibul ilmi dipensantren itu dengan 3 hal yaitu:
1 mutholahat pertama muthola’ah yaitu membaca kitab dengan memahami nahwu dan shorofnya. 2 sorogan kitab kepada guru atau ustad. 3 musyawarah ini yang akan menunjang kemampuan akademik santri di pondok pesantren
Yang terahir. Beliau pernah di beri wejangan dari Para Kyai yang berkata kepada para guru-guru di pesantren. Kamu guru-guru semua disuruh mengajar di sini bukan karena kalian itu pintar, akan tetapi supaya kamu semua itu mengulangi sekolah lagi. Oleh karena itu beliau menegaskan kemajuan ilmu itu ketika kita sudah bisa menyampaikan. Pungkasnya
Demikian artikel singkat dari kami semoga bermanfaat………
Penulis : Tim Media pp al fattah
Editor : Samsul Hadi
Bantu support Akun Resmi Pp Al Fattah Induk Siman Sekaran Lamongan
FB : ponpesalfattahsiman
IG : ppalfattahsiman
Youtube : mediappalfattah
Bisnis : koppontren alfattah induk
