Media ppalfattah 02/2025 Tentang Amalan Membaca Surat Yasin Saat Malam Nisfu Sya’ban. Membaca surat yasin 3 kali pada saat malam nisfu sya’ban dengan niat-niat tetentu adalah suatu amalan yang sering kita temui di Masyarakat, termasuk Pondok Pesantren dan Lembaga Pendidikan Islam lainnya. Kebanyakan masyarakat mengamalkan amalan ini berdasar pada adanya anjuran dari kitab Kanzun Najāhַ was Surūr karangan Syekh Abdul Hamid Kudus Al-Makky Asy-Syafi’i (W. 1335 H/1917 M). Beliau mengatakan :
Saya berkata: Telah mengumpulkan doa-doa terkenal yang sesuai dengan situasi, khusus untuk malam terkenal di pertengahan bulan Sya’ban. Umat Muslim membaca pada malam yang baik itu secara individu dan kolektif di masjid-masjid mereka dan di tempat lain. Seperti yang diketahui. Caranya: (Sebelum doa sehabis salat Maghrib itu, sebaiknya kamu membaca terlebih dahulu Surat Yasin sebanyak tiga kali, yang pertama dengan niat panjang umur, yang kedua dengan niat untuk menangkal musibah, dan yang ketiga dengan niat untuk mengampuni manusia. Setiap kali kamu membaca surah itu satu kali, kamu membaca doa itu satu kali setelahnya, yaitu doa yang mubaro’:
ada doa-doa khusus yang relevansinya pada malam nisfu sya`ban, boleh dibaca sendiri-sendiri atau secara berjamaah –baik dibaca di masjid atau tempat lain-. Jika dibaca bersamaan bisa dibaca dengan praktek didikte, yakni imam yang membaca lalu jamaah menirukannya atau boleh juga imam membaca sendiri dan para jamaah tinggal mengamininya.
Adapun caranya adalah setelah selesai shalat maghrib membaca surat yasin 3 kali, surat yasin pertama dengan niat panjang umur, surat yasin kedua dengan niat menolak bala` dan surat yasin ketiga dengan niat kaya. Sayyid Hasan bin Abdullah Alawy Al-H̱addad menambahkan dalam risalahnya dengan tambahan, pertama dengan niat panjang umur serta diberi taufiq oleh Allah untuk melaksanakan ketaatan, kedua dengan niat menjaga dari segala marabahaya dan niat jembarnya rizki, ketiga dengan niat kaya (hati) dan khusnul khatimah. Setiap selesai masing-masing pembacaan surat yasin membaca doa sebagai berikut:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْهِ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ، يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ، لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ. اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ (فِيْ أُمِّ الكِتَابِ) شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مَطْرُوْدًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ بِفَضْلِكَ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَطَرْدِيْ وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ (فِيْ أُمِّ الكِتَابِ) سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ ” يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ”
إِلَهِيْ بِالتَّجَلِّي اْلأَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّم، اَلَّتِيْ يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيْمٍ وَيُبْرَم أَسْأَلُكَ أَنْ تَكْشِفَ عَنَّا مِنَ الْبَلَاءِ مَا نَعْلَمُ وَمَا لَا نَعْلَمُ وَمَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَم إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَم. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اهـــ.
“Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada junjungan kita Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya. Ya Allah, wahai Pemilik karunia dan tidak ada nikmat yang diberikan, wahai Pemilik keagungan dan kehormatan, Wahai Engkau yang tinggi dan anggun, tiada Tuhan selain Engkau, Engkaulah penopang para pengungsi, tempat berlindung bagi para pengungsi, dan tempat perlindungan bagi orang-orang yang bertakwa. Ya Allah, seandainya Engkau telah mencatatkan aku bersamaMu, Entah aku sengsara, terampas, diusir, atau tercabut penghidupanku, ya Allah, dengan karunia-Mu, ampunilah kesengsaraanku, kekuranganku, pengusiranku, dan kelangkaan penghidupanku. Dan tuliskan aku bersamamu Bahagia dan sejahtera atas amal shalehnya, karena telah engkau ucapkan, dan perkataanmu itu adalah kebenaran dalam Kitabmu yang terungkap melalui lisan Nabi dan Rasulmu, “Allah menghapus apa yang dikehendaki dan ditegaskan-Nya.” Dan bersamanya Ya Tuhan, dengan perwujudan terbesar pada malam pertengahan bulan suci Sya`ban, di mana setiap perkara bijak diputuskan dan diselesaikan Kami mempunyai musibah yang kami ketahui dan yang tidak kami ketahui, dan Engkaulah yang paling mengetahuinya. Semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepada junjungan kita Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya.”
Demikian artikel singkat dari kami semoga bermanfaat………
Penulis : M. Hamzah Fadhillah
Editor : Samsul Hadi
Bantu support Akun Resmi Pp Al Fattah Induk Siman Sekaran Lamongan
FB : ponpesalfattahsiman
IG : ppalfattahsiman
Youtube : mediappalfattah
Bisnis : koppontren alfattah induk
